Kiat Maskapai Bertahan Saat Pandemi: Thai Airways Jualan Gorengan, AirAsia Bisnis Akikah

Gerai penjualan patong-go di gedung THAI Catering, Bangkok.
Gerai penjualan patong-go di gedung THAI Catering, Bangkok.(FACEBOOK THAI CATERING)

JAKARTA, KOMPAS.com – Penyebaran pandemi virus corona ( Covid-19) membuat performa industri maskapai babak belur. Jumlah penumpang anjlok seiiring dengan pembatasan aktivitas di berbagai negara. Tak mau tinggal diam menanti ancaman kebangkrutan, perusahaan maskapai penerbangan terpaksa merambah bisnis lain agar bisa tetap bertahan. Salah satu kiatnya yakni memanfaatkan anak usaha atau divisi bisnis katering untuk meraup pendapatan tambahan. Sebagaimana diketahui, industri kuliner memang relatif kebal terhadap pandemi Covid-19. Belanja masyarakat yang masih tinggi terhadap konsumsi makanan jadi tolok ukurnya. Berikut contoh dua maskapai penerbangan yang terjun ke bisnis kuliner.

1. AirAsia buka bisnis daging akikah

Maskapai penerbangan swasta terbesar Malaysia ini baru saja mengumumkan langkah bisnis dengan terjun ke perdagangan daging akikah. Populasi muslim di Negeri Jiran yang besar, membuat prospek bisnis daging kambing untuk aqiqah sangat potensial. Selain itu, AirAsia juga fokus menggarap pasar umat muslim di luar negeri yang jadi wilayah operasional armada pesawat AirAsia seperti Timur Tengah, Bangladesh, Thailand, dan India. Permintaan daging akikah selalu tinggi dan tak mengenal musim. Air Asia sendiri meluncurkan platform penjualan online bernama Ikhlas yang bisa diakses di laman ikhlas.com/aqiqah. Bisnis daging akikah ini dijalankan anak perusahaannya, Ikhlas Com Travel Sdn Bhd yang berkantor pusat di Kuala Lumpur Sentral, Kuala Lumpur, Malaysia.

Harga kambing yang ditawarkan bervariasi yakni antara RM 499 atau sekitar Rp 1,77 juta (kurs Rp 3.500) dan paling mahal sebesar RM 799 atau sekitar Rp 2,83 juta. “Sebagai bagian dari ekspansi bisnis digital grup AirAsia, Ikhlas, lini bisnis airasia.com yang melayani platform gaya hidup Muslim hari ini meluncurkan layanan terbarunya, aqiqah,” tulis Air Asia di laman resminya seperti dikutip pada Senin (12/10/2020).

2. Thai Airways jual gorengan

Thai Airways adalah satu contoh maskapai yang terbilang sukses menggeluti bisnis kuliner di luar katering penerbangan di saat pandemi Covid-19. Tak tanggung-tanggung, maskapai flag carrier ini bahkan mengandalkan jualan gorengan.

Gorengan yang dijual Thai Airways cukup populer bagi masyarakat Thailand, khususnya di Bangkok. Perusahaan ini memanfaatkan aset kateringnya untuk memproduksi gorengan yang diberi nama Patong-go tersebut.

Untuk penjualannya, selain menyewa tempat di berbagai lokasi strategis, Thai Airways juga memanfaatkan aset-aset propertinya seperti kantor di berbagai sudut kota untuk lokasi berjualan. Setiap orang, orang-orang rela mengantre untuk membeli Patong-go sejak dibuka mulai pagi hari. Dikutip dari Bangkok Post, setiap kotak dijual seharga 50 baht (Rp 23.600) yang berisi tiga gorengan dan sebungkus saus celup yang terbuat dari ubi ungu dan telur custard. Beberapa lokasi penjualannya antara lain toko roti Puff & Pie di pasar Or Tor Kor, di kantor pusatnya di distrik Chatuchak, gedung Rak Khun Tao Fa, gedung Thai Catering di distrik Don Muang, serta kantor cabang Thai Airways di Silom. Thai Airways tak hanya menjual gorengan, lini bisnis kateringnya juga dimanfaatkan untuk menjual roti. Perusahaan juga menyulap restoran menjadi kabin pesawat kelas satu. Untuk membangun suasana, restoran itu dilengkapi dengan kursi yang nyaman dan awak kabin yang perhatian.

Thai Airways restoran pop up di Bangkok, Thailand.
Thai Airways restoran pop up di Bangkok, Thailand. (Dok. AFP)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Kiat Maskapai Bertahan Saat Pandemi: Thai Airways Jualan Gorengan, AirAsia Bisnis Akikah”, Klik untuk baca: https://money.kompas.com/read/2020/10/12/150600626/kiat-maskapai-bertahan-saat-pandemi-thai-airways-jualan-gorengan-airasia.
Penulis : Muhammad Idris
Editor : Muhammad Idris

Top AirAsia officials suspended as pilot alleges safety lapses

India’s aviation regulator suspended two senior executives at the local affiliate of AirAsia Group Bhd after a pilot alleged there were safety lapses at the airline and subsequently was fired.

AirAsia India’s head of operations, Manish Uppal, and head of safety, Mukesh Nema, were suspended for three months, Arun Kumar, chief of India’s Directorate General of Civil Aviation, said Tuesday in a text message, confirming local media reports.

FILE PHOTO: Chief Executive Officer of Thai AirAsia, Tassapon Bijleveld addresses media representatives during the launch of Thai Air Asia's direct flights from Bangalore to Bangkok in Bangalore on June 29, 2015. (AFP)
FILE PHOTO: Chief Executive Officer of Thai AirAsia, Tassapon Bijleveld addresses media representatives during the launch of Thai Air Asia’s direct flights from Bangalore to Bangkok in Bangalore on June 29, 2015. (AFP)

In a video posted in June that’s been viewed more than 6 million times on YouTube, pilot Gaurav Taneja questioned AirAsia India’s policies on sick leave, landing procedures and handling of the coronavirus. Taneja posts under the username Flying Beast and has more than 3.5 million YouTube subscribers.

AirAsia India counted sick days as mandatory break days for pilots, depriving them of the required rest before flying an aircraft, Taneja said. He alleged that the airline sets targets for pilots to land using a specific fuel-saving approach, which can be more dangerous at certain airports. AirAsia India also didn’t follow standard operating procedures related to flying during the pandemic, Taneja alleged.

A spokesperson for AirAsia India, which is 51% owned by Tata Group, said the airline has made interim appointments to fill the two posts, in accordance with directions from the aviation regulator.

“As an airline that prioritises safety above all, we continue to engage with the authorities,” the company said in an emailed statement. The airline hadn’t responded previously to Taneja’s accusations.

Taneja’s allegations come with aviation safety under the spotlight in South Asia. In May, a Pakistan International Airlines Corp jet crashed in Karachi, killing all but two of the 99 people on board, and on Aug 7 an Air India Express flight overshot a runway in the southern Indian state of Kerala and fell down a hillside, killing at least 18 people and injuring more than 100.

Covid-19 placed unprecedented pressure on airlines around the world, with air travel virtually drying up. AirAsia’s Chief Executive Officer Tony Fernandes has described the coronavirus crisis as “by far the toughest challenge” the airline has faced. Auditor Ernst & Young last month said the ability of AirAsia and its long-haul unit AirAsia X to continue as going concerns could be in “significant doubt”.

Link: https://www.bangkokpost.com/business/1966523/top-airasia-officials-suspended-as-pilot-alleges-safety-lapses